Price Maker dan Price Taker
Disebut juga: price maker, price taker, penentu harga, penerima harga
Oleh Tim Riset Bandar Metrics12 Oktober 2026
Price maker dan price taker adalah dua posisi dasar di pasar saham: price maker mampu menggerakkan harga ke arah yang ia kehendaki, sedangkan price taker hanya bisa menerima harga yang terbentuk dan mengendalikan kapan masuk serta keluar.
Apa arti price maker dan price taker?
Dalam bandarmologi, seluruh pelaku pasar dibagi menurut satu pertanyaan sederhana: mampukah ia menggerakkan harga? Pihak yang mampu disebut price maker, dan itulah yang disebut bandar. Pihak yang tidak mampu disebut price taker, dan itulah yang disebut ritel.
Price maker punya kekuatan modal dan koordinasi sehingga bisa menciptakan arah harga sesuai kepentingannya. Price taker bergerak dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang jangka pendek, menengah, atau panjang, sehingga wajar bila pada saat yang sama ada ritel yang untung dan ada yang rugi.
Kendali apa yang dimiliki price taker?
Hanya dua: kapan masuk dan kapan keluar. Price taker tidak bisa menentukan harga naik atau turun. Karena itu keputusan terpenting ritel bukan menebak harga, melainkan memilih posisi yang searah dengan pihak yang menentukan harga.
Apakah ukurannya ditentukan besar dana?
Konsepnya tetap, tetapi ukurannya relatif. Nilai transaksi yang sama bisa menjadikan seseorang price maker di saham yang sepi dan tetap price taker di saham yang sangat likuid. Yang diukur adalah pengaruh transaksi terhadap harga di saham itu, bukan besar uang secara umum. Ada juga uang besar yang tidak menggerakkan harga, sehingga besar saja belum cukup untuk disebut price maker.
Mengapa price maker cenderung tidak menggerakkan harga untuk merugikan dirinya?
Price maker bebas menggerakkan harga ke mana pun, tetapi tujuannya tetap mencari keuntungan. Pihak yang mampu menggerakkan harga tentu tidak akan sengaja menggerakkannya ke arah yang merugikan dirinya. Inilah dasar mengapa bandarmologi mengikuti price maker. Meski demikian, ini tetap probabilitas: price maker bisa gagal atau mengubah strategi.
Kesalahan umum
- Menganggap analis, influencer, atau trader berpengalaman sebagai price maker. Selama transaksinya tidak menggerakkan harga, mereka tetap price taker.
- Menganggap kelompok ritel yang membeli serentak karena komando sebagai price maker. Mereka tetap ritel yang dikomando.
- Mengira pengalaman atau kepintaran analisa bisa menggantikan kemampuan menggerakkan harga.
Kaitan dengan istilah lain
Pasangan ini adalah titik berangkat pengertian bandar dan ritel, dan menjelaskan mengapa bandarmologi membaca transaksi pihak yang berkuasa atas harga, bukan opini pihak lain.
Istilah terkait
Bandar
Bandar adalah sekelompok orang atau institusi yang bergerak searah dengan tujuan menggerakkan harga saham. Yang menjadikannya bandar bukan besar dananya, melainkan kemampuannya menentukan arah harga di saham tersebut.
Ritel
Ritel adalah siapa pun di bursa yang tidak mampu menggerakkan harga saham, berapa pun modal dan pengalamannya. Dalam bandarmologi, perilaku ritel sering menjadi cermin dari apa yang sedang dilakukan bandar.
Supremasi Bandar
Supremasi bandar adalah prinsip bahwa bandar memegang kendali penuh atas pergerakan harga, sementara ritel hanya mengendalikan kapan masuk dan keluar. Bandar bebas menggerakkan harga, tetapi tidak bodoh: tujuannya tetap mencari keuntungan.
Bandarmologi
Bandarmologi adalah cara menganalisa saham dengan membaca jejak transaksi bandar, yaitu pihak yang mampu menggerakkan harga, lalu mengikuti alurnya. Fokusnya perilaku transaksi, bukan menebak arah harga.
Edukasi, bukan ajakan jual/beli.
Baca istilah ini langsung di chart saham pilihanmu.
Coba Bandar Metrics →