ARA
Disebut juga: Auto Rejection Atas, saham ARA, ARA berjilid, limit up
Oleh Tim Riset Bandar Metrics12 Oktober 2026
ARA adalah singkatan dari Auto Rejection Atas, yaitu kondisi ketika harga saham naik sampai batas kenaikan maksimum yang diizinkan bursa dalam satu hari. Di atas batas itu, harga tidak bisa naik lagi pada hari yang sama.
Apa itu ARA saham?
ARA atau Auto Rejection Atas adalah batas kenaikan harga maksimum dalam satu hari perdagangan. Ketika harga menyentuh batas itu, harga tidak bisa naik lebih tinggi pada hari tersebut. Bila hal ini terjadi beberapa hari berturut-turut, pelaku pasar biasa menyebutnya ARA berjilid.
Besarnya batas ARA tidak sama untuk semua saham. Batasnya bergantung pada rentang harga saham dan papan pencatatannya, dan aturannya pernah diubah bursa dari waktu ke waktu.
Bagaimana memastikan sebuah saham benar-benar ARA?
Saham yang ditutup di harga tertinggi hari itu belum tentu ARA. Periksa dulu apakah harga penutupannya tepat berada di batas atas dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya. Bila tidak tepat di batas, sebutan yang benar adalah ditutup di harga tertinggi, bukan ARA.
Bagaimana bandarmologi memandang ARA?
- ARA bukan bukti akumulasi. Bahkan pada hari ARA, pelaku besar tidak bisa mengumpulkan barang dalam jumlah banyak. Modal besar membutuhkan waktu untuk masuk.
- Lihat urutan kejadian sebelum lonjakan. Yang lebih penting daripada lonjakannya adalah apa yang terjadi sebelumnya: apakah ada akumulasi yang panjang, atau harga melonjak tanpa pengumpulan barang. Kenaikan pesat tanpa akumulasi sebelumnya cenderung tidak kokoh.
- Perhatikan fasenya. Saham yang sepi menarik untuk diamati; ketika sudah ramai, sering kali fasenya sudah mark up atau distribusi. ARA yang terjadi di tengah keramaian dan berita di mana-mana perlu dibaca dengan lebih waspada.
- Hati-hati dengan indikator hari itu. Pada hari yang terkunci di batas harga, penawaran dan permintaan tidak tercermin bebas, sehingga indikator bisa tertinggal atau terlihat berlebihan.
Kesalahan umum
- Membeli karena takut ketinggalan setelah saham ARA, tanpa memeriksa apa yang dilakukan bandar.
- Menganggap ARA berjilid pasti berlanjut.
- Menganggap ARA sebagai tanda bandar sedang akumulasi.
- Menyebut sebuah saham ARA tanpa memeriksa harga penutupannya.
Kaitan dengan istilah lain
ARA adalah sisi atas dari auto rejection, dengan pasangan ARB di sisi bawah. Pembacaannya berkaitan dengan mark up, akumulasi, dan risiko menjadi exit liquidity.
Istilah terkait
Auto Rejection
Auto rejection adalah mekanisme bursa yang membatasi seberapa jauh harga sebuah saham boleh naik atau turun dalam satu hari perdagangan dibandingkan harga penutupan sebelumnya. Batas atasnya dikenal sebagai ARA dan batas bawahnya sebagai ARB.
ARB
ARB adalah singkatan dari Auto Rejection Bawah, yaitu kondisi ketika harga saham turun sampai batas penurunan maksimum yang diizinkan bursa dalam satu hari. Bila terjadi beberapa hari beruntun, kondisinya sering disebut ARB berjilid.
Mark Up
Mark up adalah fase ketika bandar menaikkan harga dan membuat pasar terlihat hidup, biasanya tanpa disertai akumulasi yang signifikan. Kenaikan ini sering disebut fase promosi karena menyiapkan panggung untuk distribusi berikutnya.
Exit Liquidity
Exit liquidity adalah posisi ketika pembelian ritel menjadi sumber likuiditas yang dipakai pihak lain untuk keluar dari saham. Dalam bandarmologi, ritel menjadi exit liquidity ketika ia membeli barang yang sedang didistribusikan bandar.
Edukasi, bukan ajakan jual/beli.
Baca istilah ini langsung di chart saham pilihanmu.
Coba Bandar Metrics →