Siklus Bandar

Disebut juga: fase bandar, fase harga saham, siklus akumulasi distribusi

Oleh 12 Oktober 2026

Siklus bandar adalah mekanisme dasar yang dipakai bandar untuk menggerakkan harga, terdiri atas lima fase: akumulasi, mark down, mark up, distribusi, dan waiting phase. Siklus ini peta, bukan urutan yang pasti.

Apa saja fase dalam siklus bandar?

Tim Bandar Metrics memakai lima fase untuk memahami cara bandar menggerakkan harga:

  • Akumulasi: bandar mengumpulkan barang pelan-pelan, biasanya ketika saham sepi dan dihindari.
  • Mark down: harga ditekan turun, sementara aksi bandar tidak signifikan dibandingkan besarnya penurunan.
  • Mark up: harga dinaikkan dan pasar dibuat terlihat hidup.
  • Distribusi: bandar memindahkan barangnya ke ritel yang sedang bersemangat membeli.
  • Waiting phase: bandar diam dan tidak melakukan apa-apa, sehingga ritel yang tidak sabar melepas barangnya.

Teori umum bandarmologi biasanya berhenti di distribusi. Waiting phase adalah tambahan dalam cara pandang Bandar Metrics, karena diamnya bandar pun merupakan bagian dari permainan.

Apakah fase harus berurutan?

Tidak. Siklus ini adalah peta, bukan urutan yang pasti. Fase bisa memanjang, memendek, atau gagal. Setelah akumulasi, bandar bebas langsung menaikkan harga atau menekannya terlebih dahulu. Barang yang sudah didistribusikan juga bisa dikumpulkan kembali, sehingga siklus berulang.

Bagaimana fase dibedakan?

Fase tidak ditentukan oleh arah harga saja. Akumulasi tidak selalu disertai harga naik, dan distribusi tidak selalu disertai harga turun. Yang membedakan adalah siapa yang sedang memegang barang dan apakah aksi bandar sebanding dengan pergerakan harga. Penurunan harga besar dengan aksi bandar yang tidak signifikan dibaca sebagai mark down; kenaikan harga tanpa akumulasi yang signifikan dibaca sebagai mark up.

Di Bandar Metrics, pasangan LPM dan harga membantu penamaan fase: LPM naik saat harga datar mengarah ke akumulasi, LPM naik saat harga turun mengarah ke mark down, dan LPM datar saat harga naik mengarah ke mark up.

Mengapa label fase sering terlambat?

Setelah siklus terbentuk, mudah sekali menunjuk bagian mana yang akumulasi dan mana yang distribusi. Masalahnya, saat masih berlangsung, kotak harga yang bergerak mendatar bisa berujung ke atas maupun ke bawah. Karena itu bandarmologi membaca perilaku transaksi selama fase berjalan, bukan menunggu bentuk grafiknya selesai.

Kesalahan umum

  • Menganggap setiap sideways setelah penurunan pasti akumulasi.
  • Menamai fase hanya dari warna atau bentuk candle.
  • Mengira siklus punya jadwal. Waktu setiap fase ditentukan bandar.

Kaitan dengan istilah lain

Setiap fase dibahas lebih rinci di entri akumulasi, mark down, mark up, distribusi, dan waiting phase.

Istilah terkait

Edukasi, bukan ajakan jual/beli.

Baca istilah ini langsung di chart saham pilihanmu.

Coba Bandar Metrics →