Kalkulator ARA ARB Saham

Gratis, tanpa daftar

Ketik kode untuk mengisi harga penutupan terakhir

Rp

Biasanya harga penutupan hari bursa sebelumnya

Papan

ARA (batas atas)

Rp1.560

+24,8%

ARB (batas bawah)

Rp1.165

−6,8%

Rentang harga acuan
Rp201 – Rp5.000
Batas yang dipakai
25% naik, 7% turun
Fraksi harga di harga acuan
Rp5

ARA 5 hari berturut-turut

HariHargaDari acuan
1Rp1.560+24,8%
2Rp1.950+56%
3Rp2.430+94,4%
4Rp3.030+142,4%
5Rp3.780+202,4%

ARB 5 hari berturut-turut

HariHargaDari acuan
1Rp1.165−6,8%
2Rp1.085−13,2%
3Rp1.010−19,2%
4Rp940−24,8%
5Rp875−30%

Cara menghitung

Tentukan dulu rentang harga acuan, lalu kalikan dengan batasnya. Hasilnya dibulatkan ke fraksi harga yang berlaku di harga hasil itu: ARA ke bawah, ARB ke atas.

ARA
= harga valid tertinggi ≤ acuan × (1 + %ARA)
ARB
= harga valid terendah ≥ acuan × (1 − %ARB), minimal Rp1

Contoh. Harga acuan Rp1.250 ada di rentang Rp201–Rp5.000, jadi ARA 25% dan ARB 7%.

  • ARA: 1.250 × 1,25 = 1.562,5 → fraksi Rp5, dibulatkan ke bawah → Rp1.560
  • ARB: 1.250 × 0,93 = 1.162,5 → fraksi Rp5, dibulatkan ke atas → Rp1.165

Di tepi rentang. Untuk acuan Rp11, 7% hanya Rp0,77, lebih kecil dari satu fraksi. Harga tetap boleh turun satu fraksi, jadi ARB-nya Rp10 dan ARA-nya Rp14 (11 × 1,35 = 14,85 → Rp14). Untuk acuan Rp1–Rp10 batasnya Rp1: acuan Rp10 berarti ARA Rp11 dan ARB Rp9, dan acuan Rp1 berarti ARA Rp2 dan ARB tetap Rp1.

Aturan BEI yang dipakai

Harga minimum saham turun dari Rp50 menjadi Rp1 mulai 28 September 2026 lewat Kep-00136/BEI/09-2026. Keputusan itu juga mengatur ARB dua tahap: 15% sampai 31 Desember 2026, lalu simetris dengan ARA mulai 1 Januari 2027. Pada 19 Oktober 2026 BEI menggantinya dengan Kep-00157/BEI/10-2026: ARA tidak berubah, ARB menjadi 7% sampai 31 Desember 2026, dan aturan sesudahnya akan dievaluasi.

Batas auto rejection per rentang harga acuan
Harga acuanARAARB Kep-0015719 Okt 2026 – 31 Des 2026ARB tahap 128 Sep 2026 – 18 Okt 2026ARB tahap 2mulai 1 Jan 2027, rencana
Rp1 – Rp10Rp1Rp1Rp1Rp1
Rp11 – Rp20035%7%15%35%
Rp201 – Rp5.00025%7%15%25%
di atas Rp5.00020%7%15%20%
Akselerasi / FCA10% naik dan turun, Rp1 untuk harga Rp1–Rp10

Pembulatan memakai fraksi harga dari harga hasilnya, bukan dari harga acuan. Rumus ini sudah kami cocokkan dengan ribuan harga penutupan saham di BEI sejak 28 September 2026.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa batas ARA dan ARB saham sekarang?

Sesuai Kep-00157/BEI/10-2026 yang berlaku 19 Oktober sampai 31 Desember 2026: saham Rp1–Rp10 bergerak maksimal Rp1 naik atau turun. Di atas Rp10, ARA 35% untuk harga Rp11–Rp200, 25% untuk Rp201–Rp5.000 dan 20% di atas Rp5.000, sedangkan ARB 7% untuk semua rentang itu.

Kenapa hasil ARA tidak persis 35%, 25% atau 20%?

Harga hasil persentase dibulatkan ke fraksi harga yang valid. ARA dibulatkan ke bawah dan ARB ke atas, sehingga persentase sebenarnya sedikit lebih kecil dari batasnya. Contoh: acuan Rp1.250 × 125% = Rp1.562,5, dibulatkan ke bawah ke fraksi Rp5 menjadi Rp1.560.

Berapa harga saham paling rendah di BEI?

Rp1 per saham sejak 28 September 2026 (sebelumnya Rp50), untuk pasar reguler dan tunai. Saham di harga Rp1 tidak bisa turun lagi, jadi ARB-nya tetap Rp1.

Apa itu ARB asimetris dan apakah akan kembali simetris?

Asimetris berarti batas turun lebih sempit dari batas naik. Kep-00136/BEI/09-2026 menetapkan ARB 15% sampai 31 Desember 2026 lalu simetris mulai 1 Januari 2027. Kep-00157/BEI/10-2026 menggantinya pada 19 Oktober 2026 dengan ARB 7% sampai 31 Desember 2026, dan BEI akan mengevaluasi lagi. Kalkulator ini menyediakan skenario simetris sampai BEI mengumumkan aturan 2027.

Harga acuan ARA ARB itu harga apa?

Umumnya harga penutupan hari bursa sebelumnya. Untuk saham baru IPO, acuannya harga penawaran umum; setelah aksi korporasi seperti stock split, right issue atau dividen saham, BEI menyesuaikan harga acuan.

Hasil kalkulator adalah simulasi untuk edukasi, bukan ajakan jual atau beli. Fee broker dan aturan bursa bisa berubah; cek konfirmasi transaksi dari sekuritasmu.

Kalkulator lain