Ketik kode untuk mengisi harga penutupan terakhir
Pembelian
Umumnya 0,1%–0,2%. Isi 0 untuk average tanpa fee.
Harga rata-rata
Rp950
20 lot
Rata-rata + fee
Rp951,43
Modal per lembar
- Total lembar
- 2.000
- Nilai pembelian
- Rp1.900.000
- Fee beli
- Rp2.850
- Total modal
- Rp1.902.850
Target average
Berapa lot yang perlu dibeli lagi agar average menjadi angka tertentu
Beli lagi
9 lot
Rp765.000
Average baru
Rp918,97
29 lot total
Cara menghitung
- Average
- = Σ (harga × lot × 100) ÷ Σ (lot × 100)
- Average + fee
- = Σ nilai beli × (1 + fee beli) ÷ Σ lembar
- Lot tambahan
- = lot lama × (average lama − target) ÷ (target − harga baru)
Contoh. Beli 10 lot di Rp1.000 dan 10 lot di Rp900. Nilainya Rp1.000.000 + Rp900.000 = Rp1.900.000 untuk 2.000 lembar, jadi average Rp950. Dengan fee beli 0,15%, modalnya Rp1.902.850 atau Rp951,43 per lembar.
Untuk menurunkan average ke Rp920 dengan membeli di Rp850: 20 × (950 − 920) ÷ (920 − 850) = 8,57, dibulatkan ke atas menjadi 9 lot. Average barunya (19.000 + 9 × 850) ÷ 29 = Rp918,97.
Aturan BEI yang dipakai
Di BEI, 1 lot berisi 100 lembar saham, dan harga beli harus mengikuti fraksi harga di rentangnya (Rp1 di bawah Rp200, Rp2 sampai Rp500, Rp5 sampai Rp2.000, Rp10 sampai Rp5.000 dan Rp25 di atasnya). Itu sebabnya average bisa berupa pecahan meski setiap harga beli bulat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung average saham?
Jumlahkan nilai setiap pembelian (harga × lot × 100 lembar), lalu bagi dengan total lembar. Contoh: 10 lot di Rp1.000 dan 10 lot di Rp900 bernilai Rp1.900.000 untuk 2.000 lembar, jadi average-nya Rp950.
Apakah fee broker ikut dihitung dalam average?
Aplikasi sekuritas umumnya menampilkan average tanpa fee. Kalkulator ini menampilkan keduanya: average dari harga saja dan average setelah fee beli, yaitu modal sebenarnya per lembar.
Berapa lot yang harus dibeli untuk average down?
Lot tambahan = lot lama × (average lama − target) ÷ (target − harga beli baru). Contoh: 20 lot di average Rp950, beli di Rp850 dengan target Rp920: 20 × 30 ÷ 70 = 8,57, dibulatkan ke atas menjadi 9 lot.
Kenapa target average saya tidak bisa dicapai?
Average baru selalu berada di antara average lama dan harga beli baru. Untuk menurunkan average ke Rp900, harga beli baru harus di bawah Rp900; semakin dekat targetnya ke harga beli baru, semakin banyak lot yang dibutuhkan.
Apakah average saham berubah saat saya menjual?
Tidak. Menjual sebagian mengurangi jumlah lot, tetapi average sisa saham tetap sama. Average baru berubah saat ada pembelian baru atau aksi korporasi seperti stock split dan right issue.
Hasil kalkulator adalah simulasi untuk edukasi, bukan ajakan jual atau beli. Fee broker dan aturan bursa bisa berubah; cek konfirmasi transaksi dari sekuritasmu.
Kalkulator lain
Kalkulator ARA ARB Saham
Batas auto reject atas dan bawah besok, sesuai aturan BEI yang berlaku.
Kalkulator Right Issue Saham
Harga teoretis, nilai HMETD, dana tebus dan average baru.
Kalkulator Dividen Saham
Dividen bersih, yield, pajak dan lot untuk target dividen.
Kalkulator Profit Loss Saham
Untung rugi bersih setelah fee broker, pajak 0,1% dan harga impas.
Kalkulator Fraksi Harga Saham
Tick size per rentang harga, harga valid dan jumlah tick.