Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
Disebut juga: pasar reguler, pasar negosiasi, transaksi nego, RG dan NG
Oleh Tim Riset Bandar Metrics12 Oktober 2026
Pasar reguler dan pasar negosiasi adalah dua pasar di bursa: pasar reguler untuk jual beli sehari-hari melalui tawar-menawar berkelanjutan, sedangkan pasar negosiasi untuk transaksi yang harga dan jumlahnya disepakati langsung oleh kedua pihak.
Apa itu pasar reguler?
Pasar reguler adalah tempat jual beli saham secara biasa yang dilakukan sehari-hari oleh investor ritel maupun institusi. Transaksinya melalui mekanisme tawar-menawar yang berkelanjutan, dengan satuan perdagangan dalam lot, yaitu seratus lembar saham, dan penyelesaian transaksi dua hari bursa setelah transaksi terjadi. Harga yang terbentuk di pasar reguler inilah yang kita lihat sebagai harga saham sehari-hari.
Apa itu pasar negosiasi?
Pasar negosiasi adalah tempat jual beli saham yang dilakukan berdasarkan tawar-menawar langsung secara pribadi antara pembeli dan penjual, atau melalui anggota bursa. Karena disepakati langsung, harga dan jumlah lot dalam transaksi negosiasi tidak harus mengikuti harga pasar yang sedang berjalan.
Mengapa perbedaan ini penting dalam membaca bandar?
LPM dibangun dari transaksi di pasar reguler. Transaksi di pasar negosiasi berada di luar model, dan integrasinya masih dalam pengembangan. Konsekuensinya penting:
- Keluar lewat negosiasi tidak terbaca. Pelaku besar bisa saja melepas barang melalui transaksi negosiasi. Dalam kondisi itu, LPM bisa tetap naik padahal sebagian barang sudah berpindah.
- Saham yang transaksi negosiasinya dominan bisa mengecoh. Pada saham yang banyak bergantung pada transaksi negosiasi, pembacaan LPM perlu diperlakukan lebih hati-hati.
- Saham yang sehat umumnya bertransaksi di pasar reguler. Karena itu porsi transaksi negosiasi dibanding transaksi reguler bisa menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
Inilah salah satu alasan LPM tidak pernah dibaca sendirian. Indikator lain dan struktur kepemilikan tetap dibutuhkan untuk memeriksa apa yang terjadi dalam rentang waktu tertentu, terutama bila harga terus turun sementara LPM tetap naik.
Kesalahan umum
- Menganggap LPM mencakup semua transaksi, termasuk negosiasi.
- Mengabaikan transaksi negosiasi yang besar pada saham yang sedang diamati.
- Menganggap harga transaksi negosiasi sebagai harga pasar yang sebenarnya.
Kaitan dengan istilah lain
Perbedaan pasar ini berkaitan langsung dengan batas pembacaan LPM, struktur kepemilikan, dan distribusi yang bisa berlangsung tanpa terlihat di pasar reguler.
Istilah terkait
LPM
LPM adalah singkatan dari Liquidity Pressure Model, indikator utama Bandar Metrics yang membaca tekanan likuiditas dari transaksi pelaku besar. LPM naik berarti bandar akumulasi, LPM turun berarti distribusi, dan cara membacanya lewat arah serta kemiringan garis.
Struktur Kepemilikan
Struktur kepemilikan adalah gambaran siapa saja yang memegang saham sebuah emiten dan seberapa besar porsinya. Dalam bandarmologi, struktur ini diperiksa lebih dulu untuk menilai apakah tekanan transaksi bandar mampu berdampak ke harga.
Distribusi
Distribusi adalah fase ketika bandar memindahkan barangnya ke ritel, biasanya saat harga sudah tinggi, suasana ramai, dan berita positif bermunculan. Distribusi tidak selalu disertai harga turun; bandar bisa menjual sambil harga tetap digiring naik.
Auto Rejection
Auto rejection adalah mekanisme bursa yang membatasi seberapa jauh harga sebuah saham boleh naik atau turun dalam satu hari perdagangan dibandingkan harga penutupan sebelumnya. Batas atasnya dikenal sebagai ARA dan batas bawahnya sebagai ARB.
Edukasi, bukan ajakan jual/beli.
Baca istilah ini langsung di chart saham pilihanmu.
Coba Bandar Metrics →